Senin, 21 Mei 2012

Berwirausaha secara Islam (sesuai Kaidah-Kaidah dalam Islam)

Setiap orang mempunyai hak untuk memproduksi segala sesuatu yang dapat mengalirkan keuntungan kepadanya. Sekalipun hal itu kontradiksi dengan kemaslahatan material dan moral masyarakat. Senggol kiri-Senggol kanan, Jilat atas-Jilat bawah... Sgala macam cara dilakukan, dihalalkan.

Dalam islam, seorang wirausaha muslim harus komitmen dengan kaidah-kaidah syariah dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Berikut ini merupakan kaidah-kaidah berwirausaha dalam islam yaitu :
1.      Kaidah Syariah
Kaidah ini tidak hanya dilihat dari sisi halal-haram saja, tapi lebih luas lagi mencakup tiga sisi yaitu akidah, ilmu, dan amal.
Akidah
Yakin bahwa aktifitas dalam bidang perekonomian yang dilakukan merupakan bagian dari peranannya dalam kehidupan, dan melaksanakannya dengan ikhlas dan cermat supaya menjadi ibadah. Serta yakin bahwa hasil usaha dan keuntungan yang diperoleh adalah semata-mata karena Allah SWT.
Ilmu
Mengetahui hukum-hukum syariah yang berkaitan dengan aktifitas ekonominya, sehingga mengetahui apa yang benar dan yang salah didalamnya, supaya muamalahnya benar; usahanya lancar; dan hasilnya halal. Seorang muslim yang tidak tahu tentang hukum-hukum syariah dalam aktifitas ekonominya akan lebih mudah terjebak ke dalam hal yang haram. Yang apabila terjatuh ke dalam yang haram, maka akan terhapuslah keberkahan aktifitasnya dan tercampakkan kedalam murka Allah SWT. Sehingga merugi di dunia dan akhirat.
Amal
Merupakan hasil aplikasi  antara sisi akidah dan ilmu yang dampaknya terlihat dalam kualitas produksi yang dihasilkan yang dilemparkan ke pasar.
Firman Allah SWT surat Al Mulk : 2 yang artinya
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya”.

2.      Prinsip Akhlak
Prinsip yang mengharuskan seorang wirausaha/produsen muslim harus memiliki akhlak yang mulia, dan menjauhi akhlak yang buruk seperti bohong, curang, merugikan orang lain dll
Dalam islam, akhlak merupakan asas bagi setiap hukum, baik dalam bidang ekonomi maupun bidang-bidang lainnya.

3.      Prinsip Kualitas
Kualitas produksi tidak hanya berkaitan dengan tujuan materi semata, namun sebagai tuntutan islam dalam seluruh bidang kehidupan. Prinsip dasarnya yaitu bahwa selalu berupaya menekankan kualitas seluruh pekerjaannya dan memperbagus seluruh produknya.


Sumber : Buku Fikih Ekonomi Umar Bin Khattab Karya DR. Jaribah Bin Ahmad Alharitsi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar